PSGA IAIN Kendari Lakukan Pendampingan Penelitian Berbasis Gender

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LPPM IAIN Kendari mengadakan pelatihan dan pendampingan penelitian berbasis gender kepada mahasiswa IAIN Kendari pada hari Selasa, tanggal 14 Agustus 2018 di Ruang Pascasarjana. Kegiatan ini merupakan agenda rutin PSGA yang diberikan kepada mahasiswa tiap angkatan bagi semua fakultas di lingkup institusi IAIN Kendari. Dibimbing langsung oleh pegiat isu Gender sekaliber Dr. Abdul Gaffar, Dr. Hj. Asni, Sri Hadijah Arnus, M.Si, Mahrudin, M.Si, berbagai pengetahuan dan isu gender dan anak diberikan kepada mahasiswa berdasarkan tema-tema tertentu. Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, Dr. Rosmayasari, M.Si. pada kesempatan tersebut menuturkan bahwa PSGA berupaya menjaring sekaligus melakukan pendampingan kepada mahasiswa untuk membekali pengetahuan dan kemampuan mereka dalam melakukan riset tentang gender dan anak.

minimal mereka dapat menjadi anggota atau pengumpul data bagi para dosen yang melakukan riset berbasis gender.

Terang inisiator kegiatan ini yang juga merupakan Doktor lulusan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. Pernyataan ini juga merangkum maksud dan tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan pada kesempatan tersebut.

Para peseta pendampingan penelitian berbasis gender

Sejak pendaftaran dibuka pada bulan April lalu, mahasiswa yang tercatat mengikuti kegiatan ini secara antusias sudah berjumlah sekitar 30 orang. Mereka digembleng dan dibekali pengetahuan seputar konsep-konsep gender, gender dan Islam, gender dan psikologi, gender dan politik, termasuk coaching clinic penulisan artikel tentang isu gender dan anak. Pada pertemuan yang dilakukan sehari sebelumnya, tema yang diusung adalah Pemetaan Sikap Mahasiswa terhadap isu keadilan dan kesetaraan perempuan dibawakan langsung oleh Kepala Pusat PSGA LPPM IAIN Kendari, Dr. Rosmayasari, M.Si. Pelatihan ini menjadi sangat penting dan bermanfaat di mana pada akhir pelatihan mahasiswa diberikan latihan membuat artikel tentang isu gender. Untuk memancing motivasi dan semangat para mahasiswa, PSGA membekali para peserta dengan sertifikat untuk mengapresiasi keterlibatan mereka.

Sebagai lembaga yang berkiprah di bidang gender dan anak, PSGA melihat perlunya menanamkan kesadaran, memberikan bekal pengetahuan, dan pelatihan penelitian gender bagi para mahasiswa selain para dosen. Rencananya, setelah tahap pertama akan dibuka kembali kajian gender angkatan kedua yang akan dilakukan pada awal semester ganjil. “Harapannya agar mahasiswa menjadi sensitif dan responsif terhadap isu isu keadilan dan kesetaraan gender”, pungkas Dr. Rosmayasari di penghujung momen tersebut. (AZ/Admin)