Roadshow Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LP2M IAIN Kendari

Rombongan LP2M IAIN Kendari pada Kamis, 22 November 2018 berangkat menuju Talaga Besar, Kabupaten Buton Tengah untuk melaksanakan Roadshow Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bersama rombongan dari LP2M IAIN Salatiga. Selepas sholat shubuh, rombongan IAIN Kendari berangkat ke Bandara untuk menjemput rombongan IAIN Salatiga yang tiba pada pagi hari Jumat, 23 November 2018. Masing-masing rombongan kemudian menuju Keraton Kesultanan Buton untuk menunaikan kunjungan spiritual sekaligus wisata budaya mengenang sepak terjang para Sultan Buton menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai Ke-Islaman pada masyakarat setempat.

Rombongan IAIN Kendari dan IAIN Salatiga di Keraton Kesultanan Buton

Selama dua jam waktu yang dihabiskan di situs historis ini, rombongan kemudian bertolak ke Madrasah Aliyah Negeri 1 Bau-Bau untuk menggelar kegiatan Diseminasi Bersama Laporan Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2018 oleh IAIN Kendari dan IAIN Salatiga. Kegiatan yang disambut dengan antusias oleh rekan-rekan guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Bau-Bau ini dibuka oleh Ketua LP2M IAIN Kendari, Dr. Alifuddin, M.Ag. dengan memaparkan sekapur sirih kearifan lokal Kesultanan Buton dan Peran PTKIN dalam mengawal serta memperkaya nilai-nilai yang telah menubuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Buton.

Diseminasi Bersama IAIN Kendari dan IAIN Salatiga
Pemaparan Ketua LP2M IAIN Salatiga di depan peserta

Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Diseminasi Bersama Hasil Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2018 oleh Ketua LP2M IAIN Salatiga, Dr. Adang Kuswaya yang sedikit menyinggung inovasi pemaparan diseminasi secara bersama melibatkan lintas Perguruan Tinggi. Beliau menyebutkan bahwa terdapat 4 (empat) jenis program Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M yaitu (1) Pemberdayaan Masjid Melalui Syiar Ramadhan, (2) Pemberdayaan Masyarakat Muslim, (3) Pemberdayaan Desa Binaan, dan (4) Pemberdayaan Gender dan Anak. Program Pemberdayaan Masjid Melalui Syiar Ramadhan dan Pemberdayaan Masyarakat Muslim menyasar penguatan kerja sama antara PTKIN dengan institusi pesantren. Pemberdayaan ini memaksimalkan sumber daya yang ada berbasis Masjid dengan pendekatan Community-Based Research (CBR). Jenis program ini pun berfungsi sebagai sarana sosialisasi program-program pemberdayaan masyarakat oleh PTKIN dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Dua program berikutnya, menyasar ke tingkat satuan kesejahteraan kehidupan masyarakat yaitu keluarga. IAIN Salatiga lagi giatnya menggaungkan slogan dan gerakan One Student Saves One Family (OSSOF) dimana IAIN menjadikan mahasiswa(i) dibimbing oleh Dosen-Dosen dari kampus sebagai agen perubahan yang mengemban tugas membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berkeluarga dengan mengedepankan perhatian khusus kepada generasi muslim dari keluarga tersebut.

Para peserta menyimak pemaparan dengan seksama
Pemaparan Ketua LP2M IAIN Kendari di depan peserta

Selepas ibadah sholat Jumat, LP2M IAIN Kendari dan LP2M IAIN Salatiga bertolak ke Talaga Raya menumpang kapal cepat selama kurang lebih 2 (dua) jam lalu kembali melanjutkan perjalanan ke Talaga Besar dengan menggunakan kapal penyeberangan sekitar 20 (dua puluh) menit. Begitu tiba di lokasi, rombongan disambut di rumah warga yang sedang menggelar hajatan besar Maulid Nabi. Keesokan harinya, rombongan menggelar pelatihan PAUD kepada pengajar dan relawan lokal setelah sebelumnya menyerahkan bantuan alat peraga belajar dari BKKBN Provinsi Sultra kepada Kepala Desa setempat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda pelatihan membuat Bakso Ikan yang diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga. Peserta diberi pelatihan secara seksama, tahap demi tahap mengolah dan memproses bahan mentah hingga menjadi produk siap saji dan edar di pasar.

Pelatihan Mengolah Ikan Untuk Masyarakat Pesisir
Para ibu-ibu yang sedang mengolah ikan yang menjadi bahan baku utama

Sebagai wujud pengabdian yang penuh, tim membekali peserta pelatihan dengan peralatan produksi Bakso yang diserahkan oleh Ketua LP2M IAIN Kendari kepada Kepala Desa Talaga Besar. Kegiatan ditutup dengan pameran santapan hasil pelatihan olahan ikan oleh peserta yang dinikmati oleh seluruh masyarakat yang hadir.