Workshop Metode Penelitian Sosial Keagamaan IAIN Kendari Tahun 2018

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Kendari mengajak para peneliti muda dari institusi tersebut untuk berdiskusi sekaligus merefleksikan secara langsung teknis pelaksanaan penelitian yang menjadi agenda kawalan Pusat Penelitian dan Penerbitan di bawah LP2M. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Mini IAIN Kendari pada hari Sabtu, 8 Desember 2018 dan dihadiri oleh mayoritas Dosen muda IAIN Kendari.

Bapak Dr. Husain Insawan, M.Ag. selaku Wakil Rektor I IAIN Kendari saat membuka acara

Bapak Wakil Rektor I IAIN Kendari, Dr. Husain Insawan, M.Ag., dalam sambutannya pada kesempatan tersebut menekankan sasaran penelitian yang hendaknya menjadi target peneliti IAIN Kendari mengacu pada publikasi di Jurnal Nasional dan Internasional atau berupa produk yang memperoleh sertifikat HAKI. Selain itu, beliau menyarankan para Dosen untuk menyusun buku yang ber-ISBN yang dikembangkan dari hasil penelitian berdasar pengembangan pendidikan/ pembelajaran. Lebih jauh lagi, tradisi penelitian, seperti saran beliau, dapat menyentuh kegiatan pengabdian masyarakat yang dirumuskan menjadi hasil penelitian terpublikasi. Selanjutnya, beliau memaparkan secara ringkas Visi dan Misi IAIN Kendari yang menyasar pengembangan ilmu transdisiplin dengan penjelasan mengenai kerangka pikir lintas disiplin yang merupakan konsekuensi logis dari perkembangan ilmu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LP2M IAIN Kendari, Dr. Alifuddin, M.Ag., memberikan pemapran mengenai Pemetaan Disiplin Ilmu sebagai penjelasan lanjut dari apa yang disampaikan oleh Wakil Rektor I IAIN Kendari sebelumnya. Beliau memberikan gambaran bagaimana disiplin ilmu mengalami perkembangan mulai dari periode Yunani hingga periode emas Islam pada masa Kekhalifaan Abbasiyah. Beliau menyinggung konsepsi keterkaitan disiplin ilmu agama dan ilmu alam dalam timbangan Narasi Interkoneksitas yang digawangi oleh Syed Naquib Al-Attas dan Ismail Raji’ Al-Faruqi melalui kajian Islamisasi Ilmu keduanya. Sebagai simpulan penjelasan, beliau mengatakan bahwa integrasi masing-masing disiplin ilmu ke model transdisiplin merupakan konsekuensi logis dari proses sintesis dialektis kajian epistemologi.

Ketua LP2M IAIN Kendari, Dr. Alifuddin, M.Ag. melalukan dialog interaktif bersama peserta kegiatan

Penyaji berikutnya, Dr. Asliah Zainal, M.A., yang pula merupakan Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Kendari memberikan penjelasan mengenai Disain Penelitian Sosial-Antropologi. Beliau memberikan pemaparan secara mendetail proses yang mesti dilalui oleh peneliti dalam menyelesaikan penelitiannya. Struktur penelitian mulai dari proposal hingga penyajian hasil penelitian. Pada kesempatan tersebut, beliau mengingatkan bahwa pengakuan otoritas keilmuan Dosen itu sangat ditentukan oleh tingkat sitasi dari karya ilmiah yang dihasilkan. Beliau juga menyesalkan kecenderungan beberapa peneliti yang masih menyasar topik-topik parsial dalam wacana yang telah selesai atau sekadar mempertentangkan kedua mazhab/ tradisi yang ada. Menurut penjelasan beliau, hal ini disebabkan oleh kurangnya wawasan Dosen dalam disiplin ilmu yang lain.

Ketua Puslitbit, Dr. Asliah Zainal, M.A., saat memberikan pemaparan di depan peserta.

Penyaji terakhir yang berbagi dengan peserta yang hadir merupakan Sekretaris LP2M IAIN Kendari, Dr. Laode Abdul Wahab, M.Pd., yang membawakan materi Arah Pengembangan riset Bahasa IAIN Kendari. Dalam kesempatan tersebut beliau menuturkan bahwa kemandegan yang terjadi bisa disebabkan oleh nomenklatur program studi sehingga penelitian transdisipliner susah untuk diwujudkan. Selain itu, beliau menyampaikan kegelisahannya terhadap tradisi penelitian di bidang bahasa IAIN Kendari yang sepertinya terus berkutat di zona nyaman dan belum sama sekali berani mengambil langkah keluar dari kajian mikrolinguistik.

Dr. Laode Abdul Wahab, M.Pd., saat membawakan materi.

Acara Seminar dan Workshop Penelitian ini diakhiri dengan diskusi ringan dan tanya-jawab antara dewan penyaji dan peserta yang hadir. Acara ditutup menjelang sholat maghrib beberapa saat setelah materi-materi yang dibahas pada kesempatan tersebut dibagi ke seluruh peserta.