Kuliah Umum “World-Class University: Peluang dan Tantangan” IAIN Kendari Tahun 2019

Menyambut tahun 2019 sekaligus mengawali kegiatan akademik semester genap 2018-2019 dengan semangat dan optimis, IAIN Kendari menggelar kegiatan Kuliah Umum dengan tema World-Class University: Peluang dan Tantangan yang dibawakan oleh Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd. yang sekarang ini menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Bangkok, Thailand. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Mini IAIN Kendari pada Selasa, 19 Februari 2019 ini dihadiri oleh civitas akademika IAIN Kendari baik dari kalangan Pejabat, Dosen, Staf, hingga Mahasiswa/ Mahasiswi. Kuliah Umum ini dipandu oleh Ketua LPM IAIN Kendari, Dr. H. Muh. Ikhsan, M.Ag. dengan mengetengahkan mahasiswa-mahasiswi asal negara Thailand yang saat ini sedang menempuh studi di kampus IAIN Kendari.

Para Panelis dan Pemateri Acara

Warek I IAIN Kendari, Dr. Husain Insawan, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan rasa gembira dengan kesempatan kuliah umum yang dibawakan oleh Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd. di tengah padatnya jadwal dan kesibukan beliau atas amanah jabatan yang diemban. Beliau pada kesempatan tersebut mengingatkan kepada para pejabat yang hadir tentang amanat Menteri Agama yang memberi instruksi untuk menyelesaikan segala bentuk pelayanan publik berupa program-program yang telah ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja di bawah koridor Kementerian Agama. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan Kuliah Umum ini adalah salah satu jawaban dari apa yang diminta oleh Menteri Agama. Warek I menyampaikan bahwa cita-cita World-Class University bagi IAIN Kendari adalah tantangan yang mesti diterjang apapun risikonya demi pengejawantahan visi IAIN Kendari menuju Pusat Kajian Islam Transdisipliner di kawasan Asia. Beliau berharap semua peserta yang hadir memanfaatkan dengan baik pemaparan pemateri untuk mematangkan pemahaman akan cita-cita World-Class University sebagaimana telah dijabarkan. Di penghujung sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan pengetahuan dan ilmu adalah niscaya sehingga apa yang dicita-citakan bukanlah sesuatu yang tidak masuk akal. Sebab pada hakikatnya hak tersebut sudah diimplementasikan baik di kehidupan sehari-hari maupun di ruang kelas. Tinggal dimapankan dan dipetakan dengan lebih detail untuk kajian lanjut dan dalam terapan.

Warek I IAIN Kendari, Dr. Husain Insawan, M.Ag. saat memberikan sambutannya.

Ketua LPM IAIN Kendari, Dr. H. Muh. Ikhsan, M.Ag. membuka acara kuliah umum dengan memperkenalkan pemateri kepada para peserta. Memaksimalkan waktu yang ada, beliau langsung memberikan kesempatan kepada pemateri untuk menyampaikan gagasan-gagasannya. Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd. kemudian memulai bahasannya dengan membahas lebih lanjut pemaparan Warek I IAIN Kendari tentang visi IAIN Kendari dan menyarankan untuk menaikkan standar dengan membidik kampus-kampus yang sudah menorehkan nama besarnya di kawasan Asia. Beliau menyarankan IAIN Kendari agar sering-sering membuat event dengan melibatkan pihak-pihak dari Kedutaan baik Jakarta maupun dari negara-negara tetangga. Bahkan, untuk acara event internal seperti Dies Natalis, mestinya mengundang pihak dari Kedutaan Negara tetangga. Sebab, mereka juga sangat terbuka dan senang bila dilibatkan secara langsung. Beliau kemudian memaparkan kekuatan negara-negara tetangga baik di bidang ekonomi maupun politik. Dari data-data yang dipaparkan, beliau melihat peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Universitas sebagai corong transfer pengetahuan dan budaya untuk dimaksimalkan dengan baik. Beliau pun memaparkan bagaimana negara-negara tetangga mengelola sumber daya dan potensi yang mereka miliki. Bagaimana mereka memanfaatkan apa saja yang mereka bisa endorse untuk bisa mendunia. Termasuk dari sektor pengembangan kajian disiplin tertentu seperti di bidang-bidang teknologi dengan memanfaatkan sumber daya artefak teknologis dalam pengembangan bidang pengajaran.

Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd. saat memberikan penjelasan di hadapan peserta.

Beliau menyarankan agar IAIN Kendari membangun kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri agar memfasilitasi hubungan dengan negara-negara tetangga. Sebab, mereka punya jaringan dan sumber daya yang memang dicurahkan untuk hal tersebut. Beliau kemudian membahas bagaimana Tri Dharma PT sebagai pilar dari pengembangan PT dapat dirumuskan ke program-program yang menyasar joint-development dengan kampus-kampus negara tetangga. Joint-research, sebagai contoh, IAIN Kendari sudah harus memikirkan bagaimana menyediakan fasilitas tinggal dan akomodasi bagi peneliti-peneliti luar untuk melakukan penelitian bersama Dosen-Dosen domestik dan begitu pun sebaliknya. Double-degree, di satu sisi, juga semestinya sudah harus dirintis dengan memanfaatkan MoU yang sudah dibangun sebelumnya. Departemen yang menangani urusan International Relationship sudah mesti ada; termasuk spot-spot yang menampilkan pemandangan bernuansa internasional seperti bendera-bendera berbagai negara di dekat pintu masuk atau membentuk komunitas-komunitas berbasis internasional di internal kampus. Pemaanfaatan pihak kedutaan dan atase sebagai marketer dari program yang punya potensi menjual harus menjadi program tahunan yang dijalankan dengan serius. Termasuk menyediakan program pemancing, seperti penyediaan fasilitas beasiswa dengan beragam skema. Beliau lalu menyarankan IAIN Kendari, dalam program jangka pendek, untuk belajar dari kampus-kampus yang sudah menerapkan dengan matang international policies di institusi mereka. Hal tersebut sudah menyangkut bagaimana pihak kampus membangun relasi dengan pihak imigrasi atau lembaga dari kementerian lain seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk program BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) atau UKBI (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia). Pada bagian akhir pemeparannya, beliau menyarankan agar kampus berani melakukan inovasi dan terobosan termasuk dalam struktur pengelolaan PT. Beliau memberi contoh Wakil Rektor atau Wakil Dekan yang fokus menangani bidang-bidang spesifik sehingga, seperti di Thailand, yang kampusnya sampai mempekerjakan Wakil Rektor atau Wakil Dekan hingga jumlahnya lebih dari sepuluh orang.


Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd. menjelaskan data-data pada slide yang beliau tampilkan.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd. sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang berkedudukan di Bangkok, Thailand menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pihak IAIN Kendari. Hadir pada saat penandatanganan Warek I IAIN Kendari dan Dekan-Dekan Fakultas.

Penandatanganan MoU antara Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Thailand dan Pihak IAIN Kendari.

Penandatanganan MoU antara Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Thailand dan Pihak IAIN Kendari.

Peserta kegiatan sangat antusias menyimak pemaparan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd. dan mengajukan beberapa pertanyaan di penghujung acara. Beberapa mahasiswa yang diberi kesempatan sangat tertarik dengan fasilitasi Atase atas program pertukaran pelajar atau program KKN yang pernah dilaksanakan. Termasuk salah seorang mahasiswa dari Thailand yang meminta saran bagaimana mengatasi culture shock selama menjalani studi di Indonesia. Ibu Dekan FATIK, Ibu Dr. H. St. Kuraedah, M.Ag. dan Ketua Senat Ibu Prof. Dr. Faizah binti Awad, M.Pd. juga menyatakan ketertarikan dengan program Joint-Research, program pertukaran pelajar, dan program PhD di negara Thailand.

Penyerahan Cinderamata oleh Warek I IAIN Kendari, Dr. Husain Insawan, M.Ag.

Sebagai Closing Statement di penghujung kuliah, Atase memberi kesempatan bagi IAIN Kendari untuk difasilitasi program PPL atau KKN melalui sekolah Indonesia yang ada di Bangkok. Selain itu, ada program magang di berbagai atase di KBRI bisa dimanfaatkan oleh kampus yang ingin mengirim mahasiswa/ mahasiswinya. Selain itu, pihak IAIN Kendari mesti membangun jaringan kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk kerjasama lebih lanjut dengan institusi-institusi pendidikan di negara tetangga.

Foto bersama di penghujung acara.