Delapan Jurnal IAIN Kendari Terakreditasi, Kapuslitbit LPPM Beri Apresiasi

Jurnal terakreditasi merupakan instrumen wajib bagi Perguruan Tinggi untuk memfasilitasi dharma penelitian. Meski mewujudkan hal itu penuh lika-liku dan terkadang tak menentu, para punggawa jurnal-jurnal IAIN Kendari memastikan bahwa hal itu tidak sepenuhnya berlaku. Tercatat pada bulan November 2019, IAIN Kendari sudah memastikan akreditasi untuk 8 (delapan) jurnal internal yang ada.

Mulai dari jurnal Langkawi yang naik peringkat ke Sinta 2, disusul oleh jurnal Al-Izzah, jurnal Li Falah, jurnal Zawiyah, jurnal Shautut Tarbiyah, dan jurnal Al-Munzir di peringkat Sinta 4. Untuk peringkat Sinta 5, diisi oleh jurnal Al-Ta’dib dan jurnal Al-‘Adl. Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, Dr. Sitti Nurfaifdah, M.Ed., membenarkan kabar tersebut ketika dikonfirmasi dua hari yang lalu, 22 November 2019.

Kapuslitbit LPPM IAIN Kendari, Dr. Sitti Nurfaidah, M.Ed.

Kabar gembira ini diperoleh dari pengumuman pemberitahuan hasil akreditasi jurnal ilmiah periode 4 oleh Kemenristekdikti yang bisa diakses melalui tautan berikut:

Pengumuman Hasil Akreditasi Jurnal Kemenristekdikti Periode 4 Tahun 2019

Kapuslitbit LPPM meluapkan rasa gembira seraya memberi apresiasi kinerja maksimal pengelola jurnal yang berada di bawah naungan Rumah Jurnal ini.

Pencapaian ini merupakan jawaban dari penantian panjang rekan-rekan pengelola jurnal yang sudah berupaya dan berjuang sedemikian rupa mewujudkan prestasi ini. Tentu ini merupakan hal yang patut mendapat apresiasi.”

Kapuslitbit LPPM IAIN Kendari, Dr. Sitti Nurfaidah, M.Ed.

Pencapaian ini juga disambut dengan suka cita oleh civitas academica IAIN Kendari. Tak tanggung-tanggung, pujian dan apresiasi disampaikan oleh semua pihak dan sempat membuat heboh salah satu grup media sosial IAIN Kendari. Ketua LPPM, Dr. Abdul Kadir, M.Pd., ketika dikonfirmasi di tempat terpisah menegaskan bahwa lembaganya akan serius mengawal pencapaian serupa untuk ditularkan secara positif ke budaya akademik institusi. “Saya berharap kabar gembira ini juga memicu semangat riset dan menulis agar jurnal-jurnal semakin mampu mengangkat nama besar institusi kita,” tutup beliau.