Pembekalan Perdana KKN-DR Tahun 2020, Rektor IAIN Kendari Ingatkan Soal Integritas dan Protokol Kesehatan

Kuliah Kerja Nyata adalah program rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai wujud implementasi Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini menyediakan wadah kreasi dan ekspresi bagi mahasiswa-mahasiswi peserta KKN untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah langsung ke masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa program KKN merupakan program yang paling ditunggu-tunggu baik oleh mahasiswa-mahasiswi calon peserta KKN maupun masyarakat secara umum.

IAIN Kendari sebagai salah satu institusi Pendidikan Tinggi yang menjadi salah satu suar peradaban Islam di Bumi Anoa kembali menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata yang terbilang unik karena dilaksanakan dari rumah. Program yang diberi nama KKN-DR ini merupakan program KKN yang menyesuaikan protokol tatanan baru (new normal) yang sedang digalakkan oleh Pemerintah dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. Program KKN-DR Tahun 2020 ini menyediakan 3 (tiga) basis pilihan program KKN yang didasarkan pada kompetensi Program Studi masing-masing calon peserta KKN-DR.

Para peserta kegiatan pembekalan KKN-DR Sesi 1 melalui meeting room aplikasi Zoom.

Setelah melakukan rapat koordinasi bersama calon Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) akhirnya memulai rangkaian kegiatan program KKN-DR Tahun 2020 melalui kegiatan Pembekalan Peserta KKN-DR Tahun 2020 Sesi 1 (satu) pada hari ini, Jumat, 03 Juli 2020. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom ini dimulai secara resmi pada pukul 09.00 WITA. Calon peserta KKN-DR dapat mengikuti pembekalan tersebut melalui tautan yang dibagikan secara resmi oleh Pusat Pengabdian kepada Masyarakat. Pembekalan sesi 1 (satu) ini menghadirkan Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd., yang akan membawakan materi bertajuk Arah dan Kebijakan Pengabdian kepada Masyarakat di IAIN Kendari dan Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Suwendi, M.Pd., yang akan memberi pencerahan tentang Pengembangan Model KKN-DR di Era Covid-19.

Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd., saat memberikan pengarahan kepada calon peserta KKN-DR Tahun 2020.

Ibu Lily Ulfia, ME., yang menjadi moderator pada kegiatan tersebut terlebih dahulu menertibkan peserta kegiatan pembekalan dan menjelaskan gambaran umum pelaksanaan pembekalan kepada para peserta. Lebih lanjut, Sekretaris LP2M, Dr. Samrin, M.Pd.I., menambahkan bahwa meski dilaksanakan secara virtual, hal itu tidak mengurangi khidmat dari kegiatan karena tetap dilaksanakan menurut susunan dan item acara seperti pada pelaksanaan secara normal. Acara dimulai tepat pada pukul 09.00 WITA secara khidmat dengan semua peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh saudara Muhammad Iswar, salah seorang calon peserta KKN-DR tahun 2020 diikuti dengan pembacaan doa oleh Ustadz Dr. Ahmad, M.HI.

Selanjutnya, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang juga merupakan Ketua Panitia program KKN-DR Tahun 2020, Dr. Abdul Gaffar, M.Th.I., menyampaikan bahwa sejatinya program KKN-DR ini lahir dari semangat dan komitmen berbakti bagi nusa dan bangsa tanpa dibatasi halangan yang ada. Sehingga dalam pelaksanaannya ke depan, program KKN-DR Tahun 2020 ini akan mengedepankan bimbingan dan bantuan kepada mahasiswa-mahasiswi peserta KKN-DR baik dalam soalan akademis maupun kemudahan dalam hal teknis prosedural. Tak lupa beliau mengingatkan kepada seluruh calon peserta KKN-DR untuk mengindahkan imbauan Pemerintah dalam hal protokol kesehatan di masa Covid-19. Ketua LP2M, Dr. Abdul Kadir, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan peserta KKN-DR Tahun 2020 untuk memperhatikan keempat Tema KKN-DR yaitu Integrasi Agama dan Sains, Moderasi Beragama, Pendidikan dan Dakwah Keagamaan, serta Bersama Melawan Virus Corona ketika mengembangkan rancangan Program Kerjanya.

Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd., menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan KKN-DR ini, mahasiswa(i) mesti mengedepankan integritas dan kesungguhan dalam mengimplementasikan program kerja. Nilai kejujuran dan ketulusan mesti menjadi poin pokok karena pelaksanaan KKN-DR ini sifatnya berjarak dan tidak terpantau secara fisik. Selain itu, peserta KKN-DR tahun 2020 mesti taat prosedur dan selalu memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi. Ole karena itu, para peserta KKN-DR mesti menjalin koordinasi baik kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) atau kepada Panitia KKN-DR agar program kerja yang diimplementasikannya bukan hanya tepat sasaran namun juga tepat guna. Bagi seluruh komponen pelaksana KKN-DR, Rektor IAIN Kendari mengingatkan untuk memperhatikan aspek pelaporan kegiatan dan bertanggungjawab terhadap keberhasilan program kerja peserta KKN-DR. Beliau juga mengingatkan DPL agar memperhatikan peserta KKN-DR bimbingannya, siap mendampingi dan memberi konsultasi, serta selalu memberi kemudahan di tiap tahapan pelaksanaan implementasi program kerja mereka.

Dr. Suwendi, M.Pd., pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden dan Menteri Agama, seluruh peserta KKN-DR mesti mewaspadai ancaman pandemi Covid-19 yang belum usai sehingga dengan demikian mesti taat mengikuti protokol kesehatan sekaligus mengedukasi masyarakat akan dampak dari pandemi ini. Lebih lanjut, protokol pelaksanaan kegiatan akademik yang dilaksanakan secara daring menjadikan pelaksanaan KKN-DR tahun 2020 juga mesti mempertimbangkan aspek teknologis melalui dunia sosialisasi digital untuk mengimplementasikan program kerja pengabdian kepada masyarakat. Menurut Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kemenag RI ini, untuk menyesuaikan dengan protokol akademik tersebut, Kemenag membuat minimal dua rancangan pelaksanaan KKN yaitu DR (dari rumah) dan KS (kerja sosial. Kedua macam KKN tersebut menitikberatkan pada peran institusi Perguruan Tinggi dalam menyadarkan masyarakat luas akan dampak destruktif dari pandemi Covid-19. Khusus untuk implementasi program KKN-DR, dua aspek utama yang menjadi pertimbangan adalah Media Sosial dan Keilmuan. Kombinasi kedua, dengan mengacu pada tema KKN-DR dan kompetensi Program Studi, menjadi landasan bagi para peserta KKN-DR dalam penyusunan rancangan program kerja. Selanjutnya, beliau banyak membahas contoh-contoh program kerja dan kasus yang berkaitan untuk memberi inspirasi bagi para peserta kegiatan pembekalan sesi 1 (satu) ini.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Abdul Gaffar, M.Th.I., mengingatkan peserta kegiatan pembekalan untuk mengunduh dan membaca Petunjuk Teknis KKN-DR Tahun 2020 secara seksama dan teliti. “Masih ada dua sesi dari rangkaian kegiatan pembekalan yang akan kita lakukan dua hari ke depan. Oleh karena itu, penting untuk seluruh calon peserta KKN-DR untuk memahami maksud serta rancangan program KKN-DR ini,” imbuhnya. Selain itu, beliau menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pembekalan wajib diikuti oleh seluruh peserta. Partisipasi peserta di setiap sesi dari rangkaian tersebut akan dibuktikan melalui Sertifikat Keikutsertaan yang formulirnya akan dibagikan saat sesi kegiatan pembekalan berlangsung.

Mahasiswi calon peserta KKN-DR Tahun 2020 saat sesi tanya jawab bersama pembicara.

Perlu dicatat bahwa setiap rangkaian kegiatan dari program KKN-DR Tahun 2020 punya kredit yang akan mempengaruhi perolehan nilai akhir. Termasuk rangkaian kegiatan pembekalan yang dibuktikan melalui sertifikat keikutsertaan. Bagi peserta kegiatan pembekalan sesi 1 (satu) hari ini dan telah mengisi formulir daftar hadir dari tautan yang dibagi saat sesi berlangsung dapat menuju laman unduh Sertifikat Keikutsertaan dengan mengklik tautan berikut:

https://drive.google.com/drive/folders/1vImaB7dhJgHLlvgl35_c-ltYqeACHH39?usp=sharing