Penyuluhan Keagamaan Jadi Target Hari Kedua dan Ketiga Program Dakwah Pesisir

Kedatangan Tim Dakwah Pesisir Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) LP2M IAIN Kendari ke beberapa Desa di gugus kepulauan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah mengundang perhatian dari masyarakat setempat. Setelah berkoordinasi dengan mahasiswa(i) serta alumni di Desa setempat, Tim Dakwah Pesisir melakukan penyuluhan keagamaan di hari kedua dan ketiga dari program, 29 – 30 Oktober 2020.

Sekretaris LP2M, Dr. Samrin, M.Pd.I., saat membawakan Khutbah Jum’at di Masjid Desa Pulau Tiga Kec. Manui Kepulauan Kab. Morowali Sulawesi Tengah

Sasaran agenda penyuluhan keagamaan dari program Dakwah Pesisir ini menyasar Majelis Ta’lim Desa setempat. Meski demikian, penyuluhan yang dilakukan dengan melibatkan seluruh tim ini juga dihadiri oleh seluruh masyarakat secara antusias. Pemerintah setempat mengungkapkan bahwa program Dakwah dan Penyuluhan Keagamaan seperti ini sangat jarang menyentuh masyarakat pesisir. Salah satu manfaat yang langsung dirasakan adalah tersedianya Khatib ibadah Jum’at karena biasanya Desa-Desa tersebut harus mendatangkan Khatib dari luar lewat jalur laut.

Dr. Abbas, M.Ag. saat membawakan pengajian selepas sholat shubuh.

Bisa dikatakan bahwa kami ini hanya mengandalkan pendakwah dan penyuluh agama dari luar melalui sistem kontrak. Namun jika kontrak berakhir ya kami harus berpikir lagi untuk mendapatkan gantinya agar dakwah tidak berhenti,” tutur Kepala Desa Masadian kepada Tim Dakwah Pesisir. Selama ini, bantuan penyuluhan hanya diberikan oleh mahasiswa(i) IAIN Kendari jika mereka sedang berada di kampung masing-masing. Tidak tangungg-tanggung, masyarakat pun berinisiatif melakukan kajian secara beruntun selama Tim Dakwah berada di lokasi.

Bahkan selepas ibadah Jum’at pun, masyarakat langsung meminta Tim Da’i untuk tidak beranjak dari Masjid dan melanjutkan ceramah keagamaan bersama Majelis Ta’lim dan masyarakat secara terbuka.

Dr. Abdul Kadir, M.Pd., Ketua LP2M IAIN Kendari

Sekretaris LP2M IAIN Kendari, Dr. Samrin, M.Pd.I., juga menerima banyak permintaan dari Pemerintah setempat agar daerahnya juga dimasukkan ke dalam target program KKN. Kepala Desa Pulau Tiga menuturkan bahwa program KKN bertemakan penyuluhan agama Islam sangat dibutuhkan masyarakat setempat. “Bagaimana tidak, pulau kami ini susah dijangkau jadi Ustadz atau Penyuluh Agama sangat jarang kami jumpai,” kata beliau.

Menyambut permintaan dari Pemerintah setempat, Ketua LP2M, Dr. Abdul Kadir, M.Pd., menegaskan bahwa akan mempertimbangkan hal tersebut. Lagipula, program seperti Dakwah Peaisir memang bertujuan untuk menyapa masyarakat terluar terutama yang jarang tersentuh penyuluhan keagamaan. Kepala PkM, Dr. Abdul Gaffar, M.Th.I., menambahkan bahwa program ini akan diikuti dengan progran serupa yang tentunya lebih komprehensif.

Nourma Yulita, M.Pd. menyapa anak-anak yang sedang bermain di pantai dalam rangka sosialisasi program TPA Terpadu.

Program Dakwah Pesisir yang diinisiasi oleh PkM LP2M IAIN Kendari berlangsung selama empat hari dimulai dari hari Rabu, 28 Oktober 2020 dan berakhir pada Sabtu, 30 Oktober 2020. Program ini diikuti oleh Tim Dakwah yang dibentuk oleh LP2M dengan melibatkan Da’i senior IAIN Kendari seperti H. Hasdin Has, Lc., M.Th.I. dan Dr. Abbas, M.Ag. serta mahasiswa(i) IAIN Kendari.