Kendari, 3 Juli 2024 – Suasana khidmat menyelimuti kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari pagi ini saat upacara pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) digelar. Sebanyak 1.108 mahasiswa dari berbagai fakultas siap diterjunkan ke Kabupaten Wakatobi dan Konawe Utara untuk menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat. Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., memimpin langsung acara pelepasan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan institusi dan para dosen pembimbing.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Prof. Husain menekankan signifikansi KKN dalam membentuk karakter mahasiswa dan membangun masyarakat. “KKN bukan sekadar syarat akademis, tetapi merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu, mengasah kepekaan sosial, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Prof. Husain. Beliau juga mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat.
Program KKN tahun ini akan berlangsung selama 45 hari, dimulai dari tanggal pelepasan hingga Agustus 2024. Mahasiswa akan tersebar di berbagai desa di Wakatobi, yang terkenal dengan keindahan laut dan terumbu karangnya, serta Konawe Utara yang kaya akan potensi pertanian dan kehutanan. Mereka diharapkan dapat membantu pemberdayaan masyarakat setempat melalui berbagai program yang telah direncanakan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga pelestarian lingkungan.
Dr. Abdul Kadir, M.Pd., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Kendari, dalam kesempatan tersebut memaparkan garis besar program KKN tahun ini. “Kami telah merancang program yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. Di Wakatobi, mahasiswa akan fokus pada program ekowisata dan konservasi laut, sementara di Konawe Utara akan lebih banyak program terkait pertanian dan pemberdayaan ekonomi pedesaan,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Syamsuddin, M.Pd., Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat, menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dengan masyarakat lokal. “KKN bukan tentang ‘mengajari’ masyarakat, tapi tentang belajar bersama dan saling memberdayakan. Mahasiswa harus bisa menyerap kearifan lokal dan mengintegrasikannya dengan ilmu yang mereka miliki,” tuturnya.
KKN tahun ini selain dari kelompok KKN Reguler, LPPM juga mengikut program KKN Nusantara Moderasi Bergama dan KKN Kerjasama. KKN Nusantara Moderasi Bergama merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI yang berlokasi di Jawa Barat. Adapun program KKN Kerjasama di tahun ini merangkul PT. Vale di Sulawesi Selatan sebagai lokasi KKN Mahasiswa kami.” tambahnya.
Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan IAIN Kendari lainnya, termasuk Wakil Rektor 1 bidang Akademik, Wakil Rektor 2 bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, serta Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap program KKN ini.
Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala kebutuhan administratif dan logistik untuk kelancaran KKN. “Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan mahasiswa selama bertugas,” ujarnya.
Seluruh dosen pembimbing KKN yang hadir turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa. Mereka akan berperan penting dalam membimbing dan mengarahkan mahasiswa selama pelaksanaan KKN, baik melalui kunjungan langsung maupun komunikasi jarak jauh.
Salah satu mahasiswa peserta KKN, Mukhtar dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah menyampaikan antusiasmenya. “Kami sangat bersemangat untuk terjun ke masyarakat. Ini kesempatan bagi kami untuk mengamalkan ilmu dan juga belajar hal-hal baru yang mungkin tidak kami dapatkan di bangku kuliah,” ungkapnya.
Dengan pelepasan ini, diharapkan 1.108 mahasiswa IAIN Kendari dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat di lokasi KKN. Selain itu, pengalaman ini juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan adaptasi, kepemimpinan, dan kepekaan sosial mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masyarakat.
Seiring dengan berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya, Prof. Husain secara resmi melepas rombongan mahasiswa KKN. Mereka akan segera bertolak menuju lokasi masing-masing, siap menyongsong 45 hari yang penuh makna dalam pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan diri.