Kepala PSGA Jadi Pembicara di Talk Show Bertajuk “Stop Perkawinan Anak”

Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi masalah pelik untuk bangsa ini. Meski telah banyak aturan yang mengantisipasi hal tersebut, nyatanya di lapangan masih ditemui sederet kasus yang melibatkan penyiksaan dan perlakuan tidak senonoh yang merendahkan harkat serta martabat perempuan. Akibatnya, anggapan permisif seperti ini diapdopsi ke ritual yang lebih sakral seperti pernikahan.

Forum Perempuan Sultra menjadi inisiator dari kegiatan Talk Show ini.

Oleh sebab faktual tersebut, Forum Perempuan Sultra mengajak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota kendari, PSG Universitas Haluoleo, PSGA IAIN Kendari, WKRI SULTRA, WHDI Sultra, FORHATI Wil. Sultra, KOHATI Cab. Kendari, GMKI Cab. Kendari, dan LSM/NGO lokal untuk membahas isu-isu terkait melalui Talk Show bertema “Stop Perkawinan Anak” dalam rangka memperingati Kampanye 16 HAKTP (16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan).

Kegiatan yang dilangsungkan di Hotel Kubra Kendari pada hari Selasa, 10 Desember 2019 ini turut mengajak masyarakat umum terutama mahasiswa-mahasisiswi dari berbagai kampus di Kota Kendari untuk berpartisipasi dalam diskusi. Kegiatan ini menargetkan jaringan masyarakat yang peka dan peduli terhadap kekerasan pada perempuan dan anak. Terutama pada realitas pernikahan di bawah umur di mana anak gadis secara psikis dan psikologis belum matang untuk terikat dalam jalinan pernikahan.

Dalam kesempatan ini, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak LPPM IAIN Kendari, Ibu Sitti Aisyah Mu’min, S.Ag.,M.Pd., turut berbagi dengan peserta dalam kapasitas beliau sebagai pembicara. Peran PT dalam Pencegahan Pernikahan Anak menjadi topik yang beliau sampaikan secara komprehensif dengan kajian akademik yang kuat.

Kepala PSGA LPPM IAIAN Kendari saat membawakan materi Peran PT dalam Pencegahan Pernikahan Anak

“Penguatan yang menjadi prioritas IAIN Kendari berbasis keluarga. Kompleksitas dinamika kesetaraan gender dan dampaknya pada institusi-institusi sosial terlalu sederhana jika sekadar ditilik dari kesadaran masing-masing individu,” tandas beliau. Keluarga merupakan unit minimal dari jaringan masyarakat yang patut dibekali sedari awal untuk mengantisipasi perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai beragama, berbangsa, dan bernegara seperti yang disebutkan di awal.

Sahabat PSGA IAIN Kendari juga turut mengambil bagian dari Talk Show ini. Selain sosialisasi dan pendampingan, PSGA juga menerbitkan buletin, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset, dan juga menerbitkan modul Islamic Parenting yang baru-baru dirilis ke publik.