Workshop Pendampingan Metodologi Pengabdian LP2M

Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah memasuki masa registrasi dan verifikasi calon peserta. LP2M IAIN Kendari selaku pengelola telah menetapkan langkah-langkah strategis agar pelaksanaan KKN tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyelenggarakan Workshop Pendampingan Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini secara khusus ditujukan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi dan memimbing Mahasiswa(i) peserta KKN di desa masing-masing. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Perpustakaan IAIN Kendari ini mendatangkan Prof. Dr. Rubaidi (Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat UIN Sunan Ampel Surabaya) dan Hernik Farisia, M.Pd.I sebagai fasilitator pendamping yang merupakan tim LP2M UIN Sunan Ampel. Workshop Pendampingan berlangsung selama dua hari yaitu 28-29 Juni 2022.

Foto bersama Ketua LP2M, Para Narasumber, Panitia, dan Peserta Workshop

Ketua LP2M, Dr. Abdul Kadir, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun ini segala persiapan terkait KKN telah dipersiapkan dengan matang. Pembekalan terkait metodologi yang ditujukan kepada para DPL salah satunya untuk menyamakan persepsi agar luaran KKN dapat maksimal dan memenuhi tujuannya. “Kami sudah menyampaikan kepada calon peserta KKN untuk menjalin komunikasi efektif bersama DPL masing-masing agar luaran yang ditargetkan seperti artikel jurnal dan buku dapat diselesaikan bukan cuma tepat waktu tetapi juga sesuai dengan standar yang diberlakukan,” tandas beliau

Prof. Dr. Rubaidi didampingi moderator Dr. Imelda Wahyuni

Prof. Rubaidi selaku narasumber pada workshop tersebut membahas beberapa materi Paradigma dan Konsep Asset Based Community-driven Development, Panduan Pelaksanaannya, serta Penyusunan Artikel dan Publikasi Artikel Pengabdian. Dalam pemaparannya, beliau menekankan aspek transformatif dari kegiatan KKN itu sendiri. Metode asset-based community driven atau disingkat ABCD yang dibahasnya secara detail ke peserta yang berjumlah kurang lebih lima puluh orang itu memang pada dasarnya didesain untuk mendampingi masyarakat target KKN memaksimalkan sumber daya yang telah dimiliki. Selain itu, KKN melalui pendekatan ABCD mengedepankan peran aktif masyarakat sebagai aktor sekaligus pengawal dari pembangunan di lingkungannya sendiri. Beliau juga menekankan aspek kolaboratif antara DPL dengan peserta KKN bimbingannya. Menurutnya, KKN akan meninggalkan program yang berkesan jika keduanya mampu meramu program kerja dan strategi pemenuhan target melalui pemetaan serta perencanaan matang. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menunjukkan luaran-luaran dari KKN yang dikelola oleh lembaganya yakni LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya.

Ibu n Hernik Farisia, M.Pd.I tim LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya menyampaikan materi

Senada dengan bahasan sebelumnya, Hernik Farisia, M.Pd.I , juga menjelaskan mengapa pendekatan ABCD dianggap mampu menjawab tantangan yang dihadapi KKN hari ini. Menuru beliau, Mahasiswa(i) peserta KKN mesti mampu mengajak serta dan mendampingi masyarakat merumuskan agenda perubahan untuk memastikan pembangunan yang ditopang oleh salah satunya KKN telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di hadapan peserta workshop yang digadang menjadi DPL itu, beliau menyebutkan kompetensi apa saja yang harus dimiliki Mahasiswa(i) Ketika melaksanakan KKN. Di antaranya adalah menerapkan pengetahuan dan skill yang telah diperoleh dari kampus, memiliki tanggungjawab social dengan nilai-nilai kebhinnekaan, menunjukkan etos kerja dan kebanggaan sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakatnya, mampu bekerjasama secara emansipatif, mampu mengembangkan desain program pemberdayaan dengan potensi atau bakat yang dimiliki, serta mampu memanfaatkan berbagai media dan sarana yang berkenaan dengan disiplin ilmu yang ditekuni.

Workshop ini lebih fokus membahas contoh kasus dan rancangan desain yang bisa digunakan oleh para calon DPL Ketika melakukan pembimbingan di lapangan nantinya. Peserta pun begitu antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan memanfaatkan waktu bersama narasumber dengan bertukar ide serta pengalaman. Sebagai informasi, LP2M menawarkan berbagai pilihan melaksanakan KKN di antaranya KKN Reguler, Maritim, Kolaborasi, Nusantara, hingga KKN Dari Rumah.