PSGA LP2M IAIN Kendari Jadi Agen Pemberdayaan Perempuan Tangkal Radikalisme

Radikalisme adalah pintu tindakan terorisme yang merupakan kejahatan terhadap kemanusian. Terlebih, proses ini dalam perkembangannya memilih target dari kalangan perempuan yang selama ini disinyalir rentan untuk dipengaruhi. Perempuan merupakan agen pendidikan pertama yang ditemui oleh anak-anak, generasi penerus bangsa. Bertalian dengan kerentanan tersebut ditambah dengan kedekatan kaum perempuan terhadap anak-anak membuat pendakwah paham radikalisme begitu giat mencari kader dari kaum perempuan.

Sesi diskusi dan pemaparan masing-masing kelompok saat workshop berlangsung.

Pembacaan mendalam terhadap pola serangan terorisme yang sempat menghebohkan bangsa ini karena melibatkan peran kaum perempuan menjadi wacana dari Workshop bertajuk Perempuan Agen Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme digelar oleh BNPT kerjasama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Prov. Sulawesi Tenggara pada hari Kamis, 11 Juli 2019 di Same Hotel Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Melalui kegiatan ini, Pusat Studi Gender dan Anak LP2M IAIN Kendari terlibat dan tampil menjadi agen deradikalisasi yang mampu memahami pola dan mengantisipasi geliat radikalisme yang menyasar kaum perempuan.

Proses radikalisme, sebagaimana yang umum diketahui, menyasar pola pikir untuk menanamkan ideologi radikal yang penuh kebencian dan kekerasan. Hal ini tentunya mesti diantisipasi lewat jalur yang sama: pendidikan. Oleh sebab itu, Sitti Aisyah Mu’min, S.Ag.,M.Pd. selaku Kepala PSGA LP2M IAIN Kendari menegaskan akan mengawal cita yang diusung lewat kegiatan tersebut melalui pusat yang dipimpin beliau. “Pemberdayaan kaum perempuan lewat pendekatan edukatif memang menjadi sasaran program-program unggulan dari PSGA”, tandas beliau.

Kepala PSGA dan Kepala Puslitbit LP2M IAIN Kendari bersama peserta lainnya.

Rencana tindak lanjut pun terkait agenda bahasan workshop pun akan segera disusun dengan tujuan peningkatan kesadaran perempuan dalam mendorong tingkat resiliensi di komunitas binaan PSGA terutama di lingkungan sekitar kampus IAIN Kendari. Di tempat terpisah, Ketua LP2M IAIN Kendari, Dr. Abdul Kadir, M.Pd. mengapresiasi usaha tersebut dan mendukung segala upaya untuk menjalin kerjasama dengan pihak terkait.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Kendari, Dr. Sitti Nurfaidah, M.Ed. tampak mendampingi kolega beliau. Komitmen yang ditunjukkan oleh LP2M IAIN Kendari lewat kedua srikandinya menegaskan posisi kaum perempuan yang menampik stereotipe umum di masyarakat. “Kaum perempuan tidak senaif apa yang penyebar paham radikalisme itu pikirkan. Kesadaran kritis ditambah meluasnya pengaruh tokoh-tokoh perempuan dalam memimpin beberapa lembaga negara dan sebagai wakil rakyat akan memutus pola yang coba dibangun oleh jaringan teroris yang sudah semakin meresahkan”, jelas beliau dengan antusias.

Para peserta dan simpatisan dari beragam latar belakang.

Kegiatan Workshop ini pun dihadiri oleh perwakilan organisasi perempuan se-Sulawesi Tenggara yang mewakili lembaga, komunitas, maupun keagamaan seperti PSGA LP2M IAIN Kendari, Pengurus Wilayah Aisyiyah Sulawesi Tenggara, Nasyiatul Aisyiyah, Muslimat NU, Fatayat NU, Aliansi Perempuan Sultra, serta simpatisan/ relawan dari berbagai elemen/ organisasi masyarakat.