Tanggapan Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pelatihan dan Pendampingan Metodologi Pengabdian digelar oleh LP2M IAIN Kendari melalui Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat pada Senin-Selasa, 26-27 Juni 2023 di Aula Perpustakaan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali calon DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) yang akan membimbing mahasiswa KKN tahun 2023.

Dalam sambutannya, Ketua LP2M, Dr. Abdul Kadir, M.Pd mengawali dengan laporan terkait kondisi terkini persiapan pelaksanaan KKN. Ketua menyampaikan bahwa jumlah calon mahasiswa KKN sekitar 1200-an orang yang akan mengikuti 3 jenis KKN yaitu KKN Nusantara, KKN Kerjasama Maritim, dan KKN Reguler. “Untuk itu telah dilaksanakan seleksi calon DPL yang berjumlah kurang lebih 50 orang yang menjadi peserta kegiatan hari ini. Jadi total peserta 65 orang termasuk beberapa undangan dari Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Mandala Waluya, dan Universitas Nahdlatul Ulama” lapor Ketua LP2M.

Rektor IAIN Kendari, Dr. Husain Insawan, M.Ag., yang hadir membuka kegiatan menyampaikan sejumlah arahan dan harapan. Rektor mengawali dengan penegasan terhadap program-program RJPMN yang salah satunya terkait langsung dengan KKN yaitu Peningkatan Produktivitas Masyarakat. “KKN sejatinya bukan sekadar seremoni, mahasiswa harus berhasil menularkan skill kepada masyarakat agar mereka meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan mereka setelah program KKN selesai” tegas Rektor. Beliau juga berharap agar pelaksanaan KKN 2023 dapat menghasilkan prestasi yang melampaui prestasi tahun sebelumnya dan melahirkan banyak karya istimewa, karena mahasiswa IAIN Kendari memiliki potensi yang luar biasa. Untuk itu, Rektor menghimbau agar pembimbing harus lebih serius lagi, harus profesional, agar target-target bersama dapat tercapai.

Untuk memenuhi harapan, panitia menghadirkan dua narasumber pakar pengabdian masyarakat yang telah berprestasi nasional. Narasumber pertama adalah Hj. Nur Almarwah Asrul, S.Si., M.Kes yang merupakan Pendiri The Floating School, peraih Program Pengabdian Terbaik Nasional dalam gelaran ICON-UCE Kementerian Agama RI tahun 2022. Dosen UIN Alauddin Makassar tersebut mengawali materi dengan kisah best practice ia menginisiasi dan menjalankan Floating School di Pangkep Sulawesi Selatan bersama dua orang rekannya yang merupakan sesama alumni Program YSEALI (Young South East Asian Leaders Initiative) di Amerika. Nunu (sapaan akrabnya) menginspirasi salah satu kunci sukses pengabdian adalah meleburkan diri dengan masyarakat setempat. “Program kita ditentukan oleh kecedenrungan masyarakat, manfaatkan potensi mereka, cara berpikir mereka, kurikulum harus fleksible sesuai kondisi masyarakat” ungkapnya. Selaras dengan inspirasi narasumber pertama, narasumber kedua, Dr. Muh. Akil Rahman, M.Si. sebagai pakar ABCD melanjutkan dengan filosofi dan metode pelaksanaan pengabdian berbasis Asset Based Community Development. Dr. Akil menjelaskan detail perbedaan pengabdian yang didrive oleh pengabdi dengan masyarakat sendiri, lalu dilanjutkan dengan detail persiapan dan langkah pelaksanaan pengabdian ABCD.

Pelatihan hari kedua dilaksanakan dengan metode ToT (Training of Trainer) mengingat bahwa para calon DPL akan menjadi trainer bagi mahasiswanya. Para peserta secara berkelompok diberikan tugas berdiskusi, menganalisis, dan mempresentasikan aset yang ada di lokasi target KKN yang telah ditentukan. Selain itu, juga dilatih mengidentifikasi potensi peserta KKN yang akan disinkronkan dengan aset desa nantinya.

Sekretaris LP2M, Dr. Samrin, M.Pd. yang menutup kegiatan menyampaikan apresiasi kepada narasumber, peserta, dan seluruh panitia seraya menyampaikan harapan bahwa bekal pelatihan dua hari dapat berkontribusi pada pelaksanaan KKN 2023 yang jauh lebih berkualitas. “Semoga di ICO-UCE 2024 kita tidak juara 2 lagi tetapi bisa juara 1” harapnya.

Tanggapan Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0